• 2 game battle royale banyak dimainkan di Indonesia, FreeFire dan PUBG Mobile
  • Game MOBA terbanyak dimainkan di Indonesia adalah Mobile Legends
  • Ada 65 juta gamer ada di Indonesia dengan volume penjualan mencapai 25,2 triliun
  • Game-game bertipe battle royale dan MOBA menjadi tren untuk dimainkan
  • Jumlah mobile gamer di dunia telah mencapai 2,6 milyar pemain ditahun 2020
  • Voucher game yang paling banyak dibeli: diamond FreeFire, diamond Mobile Legends, voucher Google Play, Gopay, pulsa

Ada alasan tertentu soal pemilihan platform gaming para gamer. Apalagi baik mobile gaming atau PC gaming sama-sama punya keunggulan tertentu yang membuat pemainnya setia, bahkan console game juga termasuk punya penggemar tersendiri.

Platform game yang beredar dipasaran antara lain console game seperti PlayStation besutan Sony, Xbox dari Microsoft hingga Nintendo, masing-masing dengan berbagai variannya. Platform game yang lain adalah PC/laptop dan mobile menggunakan Android dan iOS.

Pilih mana, game PC atau game mobile?

Pengguna mobile game dan PC game masih unggul dibanding console, ada kapasitas si pemain di dalam pemilihan dan faktor-faktor lainnya.

Beda spesifikasi beda rasa
PC game unggul disisi mesin karena bisa dicustom untuk keperluan gaming. Faktor spesifikasi perangkat keras menjadi pertimbangan dalam memilih PC, namun memerlukan biaya yang besar.

PC game rata-rata punya spesifikasi yang gahar, seperti processor, RAM, hingga graphic card yang canggih, serta asesoris pendukung seperti sound card, keyboard gaming dan mouse gaming. Investasi yang dikeluarkan untuk pemenuhan pc gaming dengan spesifikasi mumpuni bisa puluhan juta rupiah.

Game PC hi-end memerlukan spesifikasi PC yang gahar dan mumpuni untuk mendapatkan sensasi bermain game

Tidak mau kalah, pengembang produk gaming mobile juga mengembangkan game dengan kualitas terbaik untuk perangkat dengan spek unggulan smartphone. Para perusahaan smartphone berlomba-lomba merilis produk yang dikhususkan untuk main game dengan spec unggulan.

Contohnya ASUS merilis ASUS ROG yang punya jajaran ponsel gaming terbaik, Xiaomi dengan varian Black Shark nya untuk high end gaming, atau kelas menengah seperti Poco, Realme, Xiaomi varian Redmi Pro, dll. Ponsel-ponsel tersebut ditujukan untuk para gamer agar bisa menikmati permainan.

Variasi jenis dan judul game
Game-game berbasis mobile lebih banyak dirilis dibandingkan untuk PC. Game-game PC masih terbatas dan didominasi dari Steam atau rilisan langsung dari publisher khusus untuk versi Windows. Berbeda dengan game-game mobile yang banyak ditemui di Play Store untuk Android atau App Store untuk perangkat iOS.

Selain itu, untuk pengguna PC banyak memanfaatkan game-game dari Steam selain rilis untuk versi PC dari para developer. Tak banyak judul-judul game PC namun masih punya fans dari para gamer.

Voucher Steam Fastpay

Game Steam mempunyai jumlah user 21 juta diseluruh dunia

Para developer game berlomba-lomba merilis game untuk perangkat mobile yang mendukung pembelian didalam game (in-app purchase). Sehingga voucher-voucher game juga diminati oleh para gamer. Total pembelian didalam game di Indonesia mencapai 1,8 juta dolar sepanjang tahun 2020, atau sekitar 25,2 triliun. Wow ternyata orang Indonesia suka berbelanja di dalam game (termasuk penulis 🙂)

Kebanyakan gamer lebih memilih game yang mengandung unsur kompetitif. Game-game seperti Mobile Legends, FreeFire atau PUBG Mobile memiliki peminat tertinggi dari data PlayStore. Mobile Legends telah diunduh sebanyak 1 miliar kali oleh pemain dengan rata-rata jumlah pemain aktif 75 juta per hari.

PUBG Mobile memiliki jumlah pengunduh sebanyak 700 juta orang dengan rata-rata jumlah pemain aktif 30 juta per hari. FreeFire Garena sudah diunduh lebih dari 500 juta dengan rata-rata pemain aktif hingga lebih dari 80 juta per hari.

Di luar game kompetitif, tren gaming mobile juga mendapatkan peningkatan dari para pemain game kasual. Mereka yang mencari alternatif hiburan lewat game terpenuhi dengan ratusan judul yang bisa diunduh secara gratis di Playstore maupun AppStore.

Game bergenre battle royale masih menjadi tren dan paling banyak dimainkan

Pengaruh tren gaming
Game-game mobile masih merajai dan menjadi tren. Menjadikan gamer berbasis PC pindah. Spesifikasi perangkat mobile sudah banyak yang menyesuaikan untuk kebutuhan mobile game. Berbeda dengan era PC.

Sebelum mobile game menjadi tren karena perangkat dan jenis game, gamer banyak menghabiskan waktu di warnet atau game center untuk bermain game karena belum mampu punya PC yang mumpuni untuk bermain game. Rata-rata gamer bisa menghabiskan waktu lebih dari 5 jam bermain di warnet atau game center.

Para pengelola warnet atau game center juga masih bisa menyesuaikan spesifikasi perangkat PC nya dengan game waktu itu. Contoh game yang banyak dimainkan di era warnet atau game center seperti Counter Strike, Ragnarok, Dota, Point Blank, RF Online, Ayo Dance, dll.

Tren yang lain juga game-game offline menggunakan console seperti PlayStation dengan munculnya persewaan PlayStation. Namun pasarnya tidak sebanyak pengguna PC waktu itu karena consol PlayStation tidak bisa untuk online meski perangkatnya lebih murah dibandingkan PC. Console PlayStation baru bisa online mulai seri PlayStation 3.

Hadirnya Android dan smartphone serta game-game khusus mobile, menjadi perubahan tren gaming beralih ke mobile. Industri PC gaming menjadi ekslusif dibanding mobile gaming karena soal harga, efisiensi para pemain dimana gamer tidak perlu datang ke warnet atau membeli PC yang harganya lebih mahal daripada smartphone.

Market share industri game didominasi oleh mobile gaming

Sejak adanya mobile game, ren penggunaan menjadi meningkat. Kamu bisa main game dengan mudahnya di rumah atau dimanapun selama ada koneksi internet baik itu paket internet atau wifi. Kemudahan ini yang diincar oleh para gamer, selain minim effort, juga bisa membeli smartphone dengan harga yang cukup murah.

Tidak heran kalau tren gaming di Indonesia berpindah dari PC ke mobile. Selera dan hasrat gamer sangat berpengaruh, terlebih soal kapasitas uang di kantung yang menyokong kegiatan gaming tiap pemain.

Jumlah mobile gamer di dunia telah mencapai 2,6 milyar pemain ditahun 2020 dan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan industri game, tren game dan perangkat smartphone.

Game-game berbasis Android menjadi paling banyak dimainkan

Kebutuhan voucher game
Kebutuhan dalam bermain game online berbasis mobile ataupun PC juga didukung oleh voucher-voucher game dipasaran sesuai game yang dimainkan. Namun voucher untuk game PC masih terbatas dibandingkan game berbasis mobile.

Untuk game PC bisa menggunakan voucher Steam bila memainkan game-game Steam, atau bila kamu main PointBlank bisa menggunakan voucher PointBlank Zepetto, atau bila kamu memainkan Ragnarok bisa beli voucher Lyto.

Voucher Google Play mencatatkan revenue 10,3 milyar dollar selama tahun 2020

Voucher game mobile banyak jenisnya, yang paling banyak dibeli antara lain: diamond FreeFire, diamond Mobile Legends, voucher Google Play, Gopay, pulsa, voucher UniPin, dll.

Untuk pembelian voucher game bisa membeli di Loket Bina Payment atau menggunakan aplikasi Bina Payment Mobile.

Bisnis Voucher Game Terlengkap
Bina Payment membuka kesempatan buat kamu untuk menjadi agen voucher game murah seperti voucher Google Play, FreeFire, Garena, PUBG Mobile,Mobile Legends, Arena Of Valor, voucher Steam, Lyto, dll.

__________

Bina Payment adalah bisnis keagenanan keuangan digital & sistem pembayaran terlengkap yang melayani berbagai macam kebutuhan orang Indonesia seperti layanan perbankan transfer uang antar bank murahdaftar merchant QRIS tercepat, , top up saldo e-money lengkap, layanan tiket pesawat dan kereta, layanan pembayaran tagihan terlengkap, layanan pembelian pulsa, internet dan voucher game lengkap, dengan keuntungan jutaan rupiah tiap bulan dari jasa pembayaran. Tertarik bisnis menguntungkan ini? Daftar sekarang disini